09 Apr 2019 Β· 7.167 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Malam itu terasa berbeda. Angin berdesir pelan, menyentuh jendela kamar seorang alim yang telah lama dikenal karena kezuhudan dan kedalaman ilmunya. Setelah menunaikan salat malam dan membaca beberapa lembar Al-Qur’an, ia merebahkan tubuhnya. Mata terpejam, tetapi jiwanya justru seperti dibukakan pintu menuju sebuah dunia yang asing.
Dalam tidurnya, ia berdiri di sebuah tempat yang sunyi tanah luas yang tak ia kenali, namun hatinya tahu: inilah alam para ahli kubur.
Suasana yang dilihatnya bukan kesunyian mencekam seperti yang dibayangkan banyak orang. Justru ada kegaduhan yang tak biasa. Para penghuni kubur tampak bergerak cepat. Mereka berdesakan, memungut sesuatu yang berserakan di hadapan mereka. Wajah-wajah yang semula pucat kini menyiratkan harap.
Benda-benda itu tak berbentuk seperti emas atau permata, tetapi memancarkan cahaya lembut yang menenangkan.
Di tengah keramaian itu, seorang lelaki duduk bersandar dengan tenang. Tatapannya teduh. Ia tidak tergesa, tidak pula menoleh pada “bingkisan-bingkisan&
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+