Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Said Budairy
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Said Budairy

1936 – 2009 M · 19.000 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Muhammad Said Budairy dilahirkan pada tanggal 12 Maret 1936 menjelang subuh. Ia adalah anak ke-3 pasangan Budairy bin Kiai Idris dan Mutmainnah binti Kiai Ali Murtadlo.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.2  Terjun Ke Politik

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Said Budairy lahir di waktu menjelang Subuh pada tanggal 12 Maret 1936 M. Beliau merupakan anak ketiga dari pasangan KH. Budairy bin KH. Idris dengan Nyai Hj. Mutmainnah binti KH. Ali Murtadlo.

Kelahirannya disambut gembira oleh keluarga besar dan menjadi rebutan untuk memberikan nama, KH. Idris memberi nama Tohir, namun kemudian yang digunakan adalah nama Muhtarom pemberian KH. Alwi Murtadho.

Nama Muhammad Said Budairy adalah nama pengganti karena Muhtarom bayi sering sakit-sakitan. Menurut tradisi jawa, sakit-sakitan si bayi karena keberatan dengan yang diberikan. Hingga suatu hari datanglah seorang Kyai dari Gentong, Pasuruan. Beliaulah yang mengganti nama Muhtarom dengan Said “Muhammad Said Budairy”.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Said Budairy menikah dengan Nyai Hj. Hayatun Nufus, dari pernikahanya, beliau dikarunia 3 orang anak.

1.3 Wafat
KH. Muhammad Said Budairy wafat pada hari Senin 30 November 2009. Jenazah beliau dimakamkan sore hari di area Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Said menempuh pendidikan agama di Pesantren Bungkung Singosari. Sementara pendidikan umum didapat dari Madrasah lbtidaiyah Nahdlatul Ulama, Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama, dan SMA. Saat di Malang mengalami situasi sosial dan pemerintahan penuh gejolak, jalan-jalan dikuasai para ”Laskar Rakyat” pada 1947 M, Kyai Said mengungsi ke Kediri di rumah KH. Abu Suja, di sana dia sempat mengaji.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Budairy (ayah)
2. KH. Abu Suja Kediri

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
Keterlibatan KH. Muhammad Said Budairy di NU sudah sejak kecil. Semasa kanak-kanak, beliau aktif di Athfal, organisasi kepanduan di bawah Gerakan Pemuda Ansor. Beliau juga salah satu pendiri lkatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan pada 1954 menjadi Ketua NU Cabang Kabupaten Malang.

Saat Muktamar pertama IPNU pada 28 Februari 1955 M di Malang, beliau bertemu Presiden Soekarno dan Tokoh Utama NU antara lain KH. Wahab ChasbullahKH. Masykur dan KH. Zainui Arifin. Tahun 1959 hingga 1961 beliau menjadi Sekretaris Perwakilan Pimpinan Pusat IPNU.

Pada tanggal 17 April 1960 M di Kaliurang, Yogyakarta, bersama 12 pemuda, pelaj

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+