K.H. Fathurrahman Kafrawi (lahir 1901-1969) adalah Menteri Agama Indonesia kedua yang menjabat pada tahun 1946-1947. Selain itu ia bersama Abdul Kahar Muzakkir juga berjasa dalam mendirikan Sekolah Tinggi Islam yang kemudian berubah menjadi Universitas Islam Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karier
3.2 Teladan
3.3 Penghargaan
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Fathurrahman Kafrawi lahir pada tanggal 10 Desember 1901 di Tuban Jawa Timur, beliau merupakan putra dari pasangan Kyai Kafrawi dan Aisyah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Fathurrahman Kafrawi melepas masa lajangnya dengan menikahi Buchainah.
1.3 Wafat
KH. Fathurrahman Kafrawi wafat di Jakarta pada tanggal 2 September 1969.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Fathurrahman Kafrawi memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Jamsaren Solo. Setelah selesai belajar di Pondok Jamsaren, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Makkah dan Mesir selama sepuluh tahun. Sewaktu di Al-Azhar Mesir, ia aktif dalam berbagai kelompok mahasiswa Indonesia di Mesir, di antaranya adalah Jamaah Al-Khairiyah Al-Talabiyah Al-Azhariyah Al-Jawiyah. Di organisasi itu ia pernah menjadi ketua.
Usai belajar di Mesir, dia melanjutkan pendidikan di Leiden Belanda. Kemudian, selama satu tahun ia belajar di Prancis dan Inggris. Maka tak heran, kalau Fathurrahman dikenal menguasai berbagai macam bahasa asing.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karier
KH. Fathurrahman Kafrawi menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946-26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, di mana ia menggantikan Menag sebelumnya, H. M. Rasjidi.
Meskipun cukup singkat, namun Kyai Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya.
Kebijakan lain yang diambil pada masa Kyai Fathurrahman, yakni menyangkut pendidikan agama di sekolah-sekolah umum. Pada saat itu, mata pelajaran (mapel) agama memang telah berhasil dimasukkan ke sekolah-sekolah umum negeri dari tingkat Sekolah Rakyat hingga Sekolah Menengah Atas. Namun, pada kenyatannya nilai mapel agama tidak mempengaruhi kenaikan kelas alias tidak dipentingkan. Setelah melalui proses, pada masa Kyai Fathurrahman ini, pendidikan agama dan budi pekerti akhirnya wajib diberikan di sekolah umum.
Kontribusi lain Kyai Fathurrahman ketika menjabat sebagai Menag, yakni tentang Maklumat Kementerian Agama No. 5 Tahun 1947. Keputusan ini muncul untuk menengahi permasalahan yang muncul setiap tahun, yakni tentang penetapan awal dan akhir Ramadhan. Kyai Fathurrahman menyadari hal tersebut, dan mengeluarkan kebijakan yang sampai sekarang masih rutin diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
Selain pernah menjabat sebagai Menag, Kyai Fathurrahman yang lahir di Tuban (Jawa Timur) pada 10 Desember 1901, juga pernah menjadi Wakil
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

