Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Dalil Nishfu Syaban: Amaliah Penduduk Makkah
✓ Terverifikasi Tim Riset

Dalil Nishfu Syaban: Amaliah Penduduk Makkah

2.254 kali dibaca · Amaliyah dari Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Penduduk Makkah, dari dulu hingga sekarang, jika bertemu dengan malam Nishfu Sya’ban maka kebanyakan orang laki-laki dan perempuan mendatangi Masjidil Haram, mereka salat, tawaf,

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

LADUNI.ID, Jakarta - Penduduk Makkah antusias menyambut malam Nishfu Sya’ban. Al-Fakihani berkata:
ذِكْرُ عَمَلِ أَهْلِ مَكّةَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَاجْتِهَادِهِمْ فِيْهَا لِفَضْلِهَا . وَأَهْلُ مَكةَ فِيْمَا مَضَى إِلَىَ الْيَوْمِ إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ، خَرَجَ عَامّةُ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِلَىَ الْمَسْجِدِ فَصَلىوْا وَطَافُوْا وَأَحْيَوْا لَيْلَتَهُمْ حَتَّى الصّبَاحِ بِاِلْقِرَاءَةِ فِىِ الْمَسْجِدِ الحَرَامِ حَتَّى يَحَتُمُوْا الْقُرْآنَ كُلههُ وَيَصِلُوْا ، وَمَنْ صَلّى مِنْهُمْ تِلْكَ الليْلَةِ مِائَةَ رَكْعَةٍ يقَرَأُ فِىِ كُلِّ رَكْعَةٍ بِالحَمْدِ ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ عَشْرَ مَرّاتٍ وَأَخَذُوْا مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ تِلْكَ اللّيْلَةَ فَشَرِبوُهُ وَاغْتَسَلُوْا بِهِ وَخَبؤُوْهُ عِنْدَهُمْ لِلْمَرْضَى ، يبَتَغُوْنَ بِذَلِكَ الْبَرَكَةَ فِىِ هَذِهِ اللّيْلَةِ ، وَيرُوَى فِيْهِ أَحَادِيْثُ كَثِيْ رَةٌ  (أخبار مكة للفاكهي ج - 5 / ص 23

(Bab tentang amaliah penduduk Makkah di malam Nishfu Sya’ban dan kesungguhan mereka di malam tersebut karena keutamaannya). Penduduk Makkah, dari dulu hingga sekarang, jika bertemu dengan malam Nishfu Sya’ban maka kebanyakan orang laki-laki dan perempuan mendatangi Masjidil Haram, mereka salat, tawaf, beribadah di malam harinya hingga pagi dengan membaca al-Quran di Masjidil Haram, hingga mengkhatamkan al-Quran keseluruhannya dan melanjutkan. Orang-orang diantara mereka yang melakukan salat di malam tersebut 100 rakaat, diawali dengan Hamdalah setiap rakaatnya, al-Ikhlas 100 kali, mereka juga mengambil air zamzam lalu meminumnya, menyiramkannya, dan diberikan kepada orang sakit dari mereka, adalah karena mengharap berkah di malam tersebut. Telah diriwayatkan beberapa hadis yang banyak tentang malam Nishfu Sya’ban” (Syaikh al-Fakihani, Akhbar Makkah 5/23)

Catatan: Ulama Syafiiyah menegaskan bahwa salat 100 rakaat di malam Nishfu Sya’ban adalah bid’ah yang buruk, hadisnya adalah hadis palsu (Al-Majmu’, 4/56)

Sumber dari Buku Digital “Mana Dalil Malam Nishfu Syaban?” Karya Ustadz Ma’ruf Khozin yang diterbitkan LTN PBNU

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+