Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Romli Tamim, Pencipta Wirid Istighotsah
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Romli Tamim, Pencipta Wirid Istighotsah

1888 – 1958 M · 84.159 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Di lain kesempatan, konon KH. Romli pernah di tahan oleh penjajah, namun anehnya setiap shalat jamaah di Pondok Njoso akan dimulai, beliau selalu hadir dan mengimami shalat, namun kemudian kembali lagi. Hal inilah yang pada akhirnya menggemparkan para penjajah saat itu.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren

5.    Pencipta Wirid Istighotsah
6.    Karya-Karya
7.    Karomah
8.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Romli Tamim, lahir tahun 1888 di Bangkalan Madura, merupakan putra ketiga dari empat bersaudara, dari KH. Tamim Irsyad. Saudara-saudaranya antara lain Muhammad Fadlil, Siti Fatimah, dan Umar Tamim. Sejak kecil, diboyong oleh orang tuanya ke Peterongan Jombang.

1.2 Keluarga
Setelah lama mengabdi di Pesantren Tebuireng, KH. Muhammad Romli Tamim diambil sebagai menantu oleh KH. Hasyim Asy’ari yang dinikahkan dengan putri beliau yakni Nyai Izzah binti Hasyim pada tahun 1923 M. Namun pernikahan ini tidak berlangsung lama. Nyai Izzah kemudian menikah lagi dengan Kyai Idris Kamali.

Seusai pengabdiannya di Tebuireng dan setelah merasa gagal pada pernikahannya yang pertama beliau nikah lagi dengan putri Desa Besuk Jombang yang bernama Nyai Maisyaroh.

1.3 Wafat
KH. Muhammad Romli Tamim wafat pada 16 Ramadhan 1377 H atau 6 April 1958 M di Rejoso. Sebulan sebelumnya, Pesantren Darul Ulum meratapi kepergian KH. Dahlan pada 16 Maret 1958. Tahun 1961, KH. Ma’sum Kholil juga wafat, menandai akhir era kepemimpinan Tiga Serangkai Kyai Rejoso.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Di masa kecilnya, KH. Muhammad Romli Tamim belajar ilmu dasar agama dan Al-Qur’an dari ayahnya dan kakak ipar, KH. Kholil yang membawa Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Rejoso. Kemudian, Kyai Romli pergi ke Madura untuk belajar kepada guru ayahnya, yakni Syaikhona Kholil Bangkalan, di mana beliau mendalami berbagai ilmu agama, termasuk alat nahwu shorof dan tasawuf.

Setelah belajar di bawah bimbingan Syaikhona Kholil Bangkalan, KH. Muhammad Romli Tamim melanjutkan belajar ilmu agamnya di Pesantren Tebuireng di bawah Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari. saat usianya 25 tahun. Kemampuan dan ketawadhuannya membuat KH. Hasyim Asy’ari menghargainya dan meminta Kyai Romli untuk mengajar di pesantren tersebut serta menjabat sebagai Lurah Pondok. Pada tahun 1919, Kyai Romli melanjutkan studi ke tanah suci Makkah selama satu tahun, setelah kembali, gelar kyai melekat erat pada namanya (K

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+