LADUNI.ID, Perumpamaan atau kedudukan Ahlul Bait-ku itu seperti kapalnya Nabi Nuh, barangsiapa yang naik di dalamnya, ia akan selamat, dan barangsiapa yang enggan dan terlambat, ia akan celaka.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
PERTANYAAN :
Assalmualaikum wr wb. Tolong apa arti dan maksud hadits ini ? "...Man rakiba fihaa najaa..".
JAWABAN :
Wa'alaikum salam wr wb. Hadits yang dimaksud adalah :
(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ أَبِي جَعْفَرٍ , قَالَ : نا أَبُو الصَّهْبَاءِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ : " مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي كَمَثَلِ سَفِينَةِ نُوحٍ , مَنْ رَكِبَ فِيهَا نَجَا , وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ " .
Dari sahabat Ibnu Abbas ra. ia berkata: bahwa Rasul Saw. Bersabda : “ Perumpamaan atau kedudukan Ahlul Bait-ku itu seperti kapalnya Nabi Nuh, barangsiapa yang naik di dalamnya, ia akan selamat, dan barangsiapa yang enggan dan terlambat, ia akan celaka.
Peran keluarga Nabi saw. dalam melestarikan dan menyebarkan ajaran Islam sangat besar. Utamanya pada masa ketika umat Islam sedang dalam keadaan kritis. Tiga pengalaman di masa lalu menunjukkan kontribusi mereka dalam pelestarian agamaini.
1.Pertama, pasca kudeta Mu’awiah, muncul tiga faksi besar di kalangan umat Islam: faksi Umawi, faksi Ali, dan faksi Khawarij. Perebutan kekuasaan yang melelahkan mereda ketika al-Hasan bin Ali menyerahkan klaim kekhalifahannya kepada Mu’awiah.
2.Kedua, pada abad ketiga dan keempat hijriah, ketika kekuasaan keluarga Abbasiah mulai melemah, aksi-aksi kudetaoleh penguasa pinggiran begitu marak. Pemberontakan kaum Zanji berkulit hitam,kelompok Qaramitah dan lainnya telah meminta tumbal ribuan orang Kufah, Basrah,Baghdad dan kota-kota lain di wilayah utara. Kelaparan, pengungsian, kematian,dan perang, sudah tidak dapat lagi dikontrol. Begitu sulitnya memperoleh makanan membuat banyak orang meninggalkan majlis-majlis ilmu, masjid-masjid,perpustakaan-perpustakaan. Sebelum akhirnya pulih pada abad kelima dan keenam hijriah, keluarga nabi saw. menyelamatkan diri menuju Hadhramaut, Yaman.Membawa serta kekayaan mereka untuk berjuang di tempat yang jauh dari pusat kekuasaan.
3.Ketiga, pada abad kesebelas hijriah, ketika bangsa Barat mulai melakukan ekspedisi-ekspedisi ke seluruh dunia, menguasai kerajaan-kerajaan keluarga Muslim, dan di negeri sendiri mereka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, di sisi lain,kerajaan-kerajaan Muslim mulai melemah dan tidak sanggup mengirim ekspedisi dakwah, keluarga nabi saw. mengambil alih tugas dakwah itu melalui jaringan sufinya. Keluarga ini menyebar dari pusatnya di Hadhramaut, menuju kota-kota disepanjang pantai samudera Hindia. Dari Afrika Timur, India, Aceh, Malaka,Palembang, Banjar, Batavia, Pekalongan, Gresik, Surabaya dan kepulauan timur Nusantara.
Tiga pengalaman pada masa yang berbeda itu menjadi pelajaran penting akan peran kaum sayid dalam melestarikan dan menyebarkan ajaran Islam. Beberapa orang peneliti sering menyebut mereka pedagang yang sambil lalu menyebarkan agamanya. Konversi melalui praktik perdagangan dan kadang-kadang melalui jalur politik, yang tentu saja konotasinya adalah tidak murni melaksanakan perintah agama, merupakan penafsiran yang digunakan untuk menjatuhkan kehormatan keluarga ini. Beberapa oknum keluarga sayid memang melakukan kesalahan. Namun sangat tidak tepat bila harus digeneralisir kepada seluruh praktik keagamaan mereka. Keluarga ini bagaimanapun, seperti keluarga-keluarga Muslim lainnya, memiliki tingkat keberagamaan yang bertingkat-tingkat. Lapisan ulama dalam keluarga inilah yang paling berjasa dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan itu. Bukan sekadar para padagangnya.
Berdasarkan paparan di atas, keluarga nabi berjasa besar menjadi sekoci penyelamat spiritualitas masyarakat Muslim. Ia seperti bahtera Nuh yang menyelamatkan kaum beriman. Orang-orang yang percaya akan mengikuti, menaiki, lalu mereka selamat.Orang-orang yang tid
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

