Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Subhan ZE
✓ Terverifikasi Tim Riset

Subhan ZE

7.639 kali dibaca · Profil Tokoh

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkapnya Subchan Zaenuri Echsan. Lebih populer dipanggil Subhan ZE. Tokoh muda NU inspirator suburnya gerakan pemuda dan mahasiswa di Indonesia seperti HMI, PMII, GMNI, PMKRI, dan lain-lain

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Kelahiran

Subchan ZE adalah salah satu tokoh NU kelahiran Kepanjen, Malang Selatan, 22 Mei 1931. Dari sejarah Subchan ini tergambar pergolakan yang terjadi pada sebuah organisasi kemasyarakatan yang terbesar di Tanah Air maupun konflik politik yang terjadi pada masa sebelum dan bedirinya Orde Baru. Dia muncul ketika pada masa akhir Orde Lama dan Orde Baru. Subchan dibesarkan di lingkungan santri pada sebuah keluarga kaya di Kudus.

Dia sendiri  pemuda kelahiran Kepanjen, Malang  Selatan, Jawa Timur, merupakan anak keempat dari 13 bersaudara keluarga H. Rochlan Ismail yang beristerikan Hj. Siti  Masnichah. Ayahnya H. Rochlan Ismail, adalah seorang guru mubaligh, dan pedagang yang menjadi pengurus Muhammadiyah di Malang, sedangkan ibunya adalah seorang aktivis dan pengurus Aisyiyah (organisasi wanita yang otonom dalam Muhammadiyah) di kota yang sama. Akan tetapi, sejak kecil ia diangkat anak oleh saudara ayahnya yang tidak mempunyai keturanan, yaitu H Zaenuri Echsan, seorang pengusaha rokok kretek di Kudus. Oleh karena itulah di belakang namanya tercantum namanya Z.E (Zaenuri Echsan).

Subchan ZE tokoh muda NU inspirator suburnya gerakan pemuda dan mahasiswa di Indonesia seperti HMI, PMII, GMNI, PMKRI, dan lain-lain. Figur politikus yang tajam, pemberontak, dan berani melawan rezim Presiden Soeharto. Meninggal misterius pada kecelakaan di Riyadh, Arab Saudi di usia 42 tahun dalam sebuah operasi intelijen. Nama Subhan dihapus oleh rezim Orde Baru dari sejarah Indonesia.

Sukses di Bidang ekonomi

Subchan adalah potret generasi muda NU yang sukses di bidang ekonomi. Sejak usia 14 tahun, dia sudah mengelola perusahaan rokok “Cap Kucing”. Pada usia 15, Subchan sudah rutin bepergian ke Singapura berjualan ban mobil dan truk, cengkeh dan cerutu. Pada saat Belanda memasuki Solo ia mengkordinir adik- adiknya untuk berjualan cerutu, roti dan permen kepada prajurit Belanda. Setelah dewasa ia menetap di Semarang untuk mendirikan perusahaan ekspor dan impor.

Subchan ZE sempat nyantri di pesantren Kiai Noer di Jalan Masjid Kudus. Selain mengenyam pendidikan pesantren, Subchan juga mengikuti kuliah di Universitas Gadjah Mada sebagai mahasiswa pendengar. Dia pernah pula belajar di sekolah Dagang Menengah di Semarang dan ikut dalam kursus program ekonomi di Unversity of California Los Angeles.

Di masa pecah revolusi fisik, Subchan bergabung dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dan organisasi Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) dipimpin Bung Tomo.

Di usia yang kian matang, Subchan pindah ke ibukota Jakarta dan memiliki 28 perusahaan. Jaringan bisnisnya bahkan merambah hingga ke Timur Tengah. Subchan menjadi pionir bisnis perjalanan haji dengan pesawat terbang melalui biro perjalanan Al-Ikhlas. Pada tahun sebelumnya, jamaah haji Indonesia berangkat dengan kapal laut.

Karier Politik

Karir politik Subchan ZE dimulai pada 1953. Ketika itu dia duduk sebagai pengurus Ma’arif NU di Semarang. Tiga tahun kemudian dalam kongres NU di Medan, Idham Kholid terpilih sebagai ketua PBNU. Subchan ZE lalu muncul dalam kongres itu sebagai figur NU muda yang potensial dan terpilih sebagai ketua Departemen Ekonomi. Pada kongres berikutnya di Solo tahun 1962 Subchan terpilih sebagai ketua IV PBNU.

Nama Subchan kian dikenal pasca aksi pembunuhan para Jenderal 1 Oktober 1965. Ketika itu, suasana ibukota Jakarta sangat mencekam. Dan ratusan pemuda berkumpul di kediaman Subchan ZE Jl. Banyumas 4, Menteng. Mereka adalah para aktivis anti PKI. Berasal dari berbagai aktivis ormas Islam, Kristen, dan Katolik. Mereka mengkonsolidir diri ke dalam Komando Aksi Pengganyangan (KAP) Gestapu yang dipimpin oleh Subchan ZE (NU) dan Hary Tjan Silalahi (PMKRI/Katolik).

Subchan ZE menjadi tokoh sipil yang mampu menggerakan massa untuk menuntut pembubaran PKI. Hal itu membuatnya disegani oleh kalangan petinggi Angka

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+