Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islamโœฆ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Asyura

Penjelasan Hukum tentang Puasa di Bulan Muharram

18 Apr 2019 ยท 2.874 dibaca · Asyura

PERTANYAAN :

Assalamualaikum, selamat sore para mujawib dan member PISS KTB. Ane tanya nih (bukan ngeyel) mengenai hadits di bawah ini :

ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ููŽุฑููŠุถูŽุฉู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู

”Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom, dan sebaik-baiknya sholat setelah sholat fardhu adalah Sholat malam” (HR. Muslim).

Bagaimana pandangan muhaddits rujukan ulama-ulama kita (ASWAJA) mengenai hadits di atas. Apakah dianjurkan puasa di seluruh hari bulan Muharom ato hadits tersebut lebih ditekankan ke 10 Muharom. Wassalam.

 

JAWABAN :

Wa'alaikumussalam. Paling utamanya puasa sunah adalah di bulan muharrom / bulan yang dimuliakan ( Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Muharrom dan rojab). Dalam riwayat Muslim, Aisyah berkata : "Aku tidak pernah melihat Nabi shalallahu 'alaihi wa salam berpuasa dalam satu bulan melebihi ban

๐Ÿ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →