19 Apr 2019 Β· 1.915 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta – Menurut pandangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ada pihak-pihak yang berupaya mendelegitimasi sistem pemilu dengan sengaja dan sistematis. Hal itu terlihat pada lembaga-lembaga pelaksana dan tahapan-tahapan proses pemilu yang didiskreditkan dengan berbagai cara, termasuk dengan memprovokasi masyarakat untuk melawan sistem.
“Semua itu adalah aksi yang luar biasa berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara. Nahdlatul Ulama menentang keras upaya destruktif itu,” terang Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Jumat (19/4).
Menurut Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengingatkan pengurus NU agar tidak ada yang melibatkan dirinya pada persoalan tersebut. Sebab menurutnya, menjaga keutuhan dan kesentosaan NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1946, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan haluan NU yang mendasar.
“Apabila ada laporan yang valid mengenai keterlibatan personil kepengurusan di tingkatan mana pun, akan segera diproses untuk penerapan sanksi, termasuk pemberhentian dari jabatan,” terangnya.
Selai
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+