23 Apr 2019 · 1.710 dibaca · Internasional
LADUNI.ID - Setelah serangkaian ledakan bom yang terjadi pada Minggu (21/4/2019), pemerintah Sri Lanka memblokir akses ke beberapa media sosial. Pemblokoiran media sosial dilakukan untuk mencegah penyebaran misinformasi yang bisa memicu kekerasan lainnya.
Udaya Seneviratne, Sekretaris kepresidenan Sri Lanka mengatakan sejumlah media sosial termasuk Facebook, WhatsApp, dan Instagram diblokir sementara oleh pemerintah. Namun ini hanya besifat sementara, setelah investigasi selesai akses baru akan kembali dibuka.
Rishni Fernando, seorang warga Kolombo mengatakan bahwa semua media sosial di bawah naungan Facebook mulai tidak bisa diakses sejak pukul 14.00 waktu setempat, seperti dilaporkan Guardian.
Namun demikian, Twitter masih bisa diakses. Dia mengatakan, sebelum diblokir, sudah ada berita hoaks yang menyebar.
"Sebelum WhatsApp diblokir, saya menerima dokumen yang menyebut dua nama pelaku bom bunuh diri," katanya.
Karena kejadian tersebut, pihak Facebook pun memberikan respons atas pemblokiran layanannya.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+