25 Apr 2019 · 1.990 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta – Dekan FISIPOL Universitas Kristen Indonesia (UKI) Angel Damayanti menegaskan bahwa agama memiliki dua mata pisau. Angel percaya kalau di satu sisi agama membawa pesan-pean baik dan positif, sementara di sisi lain, agama itu bisa menjadi justifikasi untuk melakukan radikalisme.
Angel menyampaikan pernyataan tersebut pada acara Bedah Buku terbitan Kementerian Agama berjudul Deradikalisasi, Kontra Radikalisme dan Deideologisasi yang diselenggarakan oleh Centre for Security and Forign Affairs Studies (CESFAS) Prodi Hubungan Internasional FISIPOL UKI di Gedung AB Lt.3 UKI, Cawang, Jakarta Timur.
Angel yang juga menulis hasil risetnya dalam buku itu ingin menyampaikan kepada publik bahwa aksi radikalisme dan terorisme tidak hanya terjadi di dunia muslim. Bahkan di agama apapun juga memiliki kecenderungan terjadinya aksi-aksi teroris.
“Radikalsime dan terorisme tidak hanya ada dalam agama tertentu. Tapi agama apapun ada. Contohnya seperti tetjadi di Masjid Al-Nur Christchurch, New Zealand,” tandas Angel, Rabu (
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+