26 Apr 2019 · 1.315 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Raqqa - Menurut penyelidikan Amnesty International menyebutkan bahwa sejak terjadinya serangan udara dan artileri Amerika, Inggris dan Prancis terhadap ISIS di Raqqa, Suriah, telah mengakibatkan meninggalnya 1.600 warga sipil.
Data tersebut didapatkan tim peneliti dengan menggabungkan hasil hitungan langsung dengan sumber terbuka dan data satelit untuk mengidentifikasi masing-masing serangan udara di kota Suriah itu dan korban. Berdasarkan informasi dari VOA Indonesia yang dikutip Jumat (26/4/2019).
Perebutan kembali kota raqqa menggunakan serangan koalisi yang dinyatakan ISIS sebagai ibu kota kekhalifahannya, Serangan ini dimulai Juni 2017. Selama lima bulan, Amnesty international mengklaim serangan itu menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil.
Kemudian, Peneliti juga menggunakan sumber terbuka dan data satelit untuk mencari-tahu kapan masing-masing dari lebih 11 ribu bangunan hancur di Raqqa dihantam. Mereka membuat rekonstruksi virtual 3D dari kota yang hancur itu.
"Ribuan sukarelawan di seluruh
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+