29 Apr 2019 Β· 3.721 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Anto Jibril yang merupakan Kolektor Arsip Habib Ali Kwitang mengatakan, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi atau lebih dikenal Habib Ali Kwitang mendapatkan surat dari ulama-ulama di Jawa ketika Nahdlatul Ulama (NU) lahir pada 1926. Dia ditanya bagaimana sikapnya tentang NU. Habib Ali kemudian mengundang salah seorang muridnya, KH Ahmad Marzuki bin Mirshod, untuk menyelediki seluk-beluk NU.
Dalam keterangannya, Anto kemudian menjelaskan Habib Ali Kwitang kemudian mengutus Kiai Marzuki untuk datang ke tempatnya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari untuk mencatat apapun yang dilihatnya di sana. Ketika sampai di sana, Kiai Marzuki kemudian meminta satu hal kepada Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Yaitu agar jilbab yang dipakai perempuan NU dibenarkan. Jika itu dilakukan, Kiai Marzuki yakin NU akan bisa masuk ke tanah Batavia.
Selain itu Anto juga menuturkan bahwa setahun kemudian Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim datang ke Batavia. Mereka ingin agar NU didirikan di sana. Ketika sampai di Batavia, orang yang perta
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+