30 Apr 2019 Β· 2.378 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - KH Nasrulloh Afandi, Wakil Katib PWNU Jawa Tengah mengatakan para dai millenial perlu meniru cara dakwah Walisongo. Pasalnya setiap hal dari kebinekaan sebagai multiadat dan tradisi yang ada di Nusantara, ditangan Walisongo dikemas sebagai sarana untuk menghasilkan pahala.
"Misalnya saja Kanjeng Sunan Kalijaga. Di tangannya, semua keragaman tradisi dirangkul dan dikemas sebagai sarana dakwah, plus menghasilkan pahala," terangnya di Jakarta, Senin (29/4) malam.
Selain itu, ia juga menegaskan hal seperti itu perlu kembali dan terus digalakkan. Mengingat sekarang ini bermunculan orang-orang yang mendeklarasikan diri juru dakwah, tetapi cara mereka kebalikan dari metode dakwah yang harusnya dikedepankan juru dakwah.
"Mereka menjadikan tradisi bukan sarana dakwah. Tetapi dijadikan alat memojokkan masyarakat atau golongan tertentu, atas nama berdakwah," terangnya.
Hingga kemudian muncullah beragam tuduhan seperti tahlilan dianggap bidah, kebudayaan lokal khurofat, syirik, dan sejenisnya.
"Sin
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+