04 May 2019 Β· 1.983 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Gus Mus alias KH. Ahmad Mustofa Bisri, idolaku, di media sosial FB pernah menyebut sejumlah nama yang menurut beliau sangat layak disebut "ulama", tetapi mereka malu dan tidak mau disebut ulama, karena mereka tahu definisi dan kriteria ulama.
Nah, ada seorang santri terganggu dengan status beliau, lalu ia bertanya mengenai definisi ulama itu. Aku pun mengatakan sebisanya tentang hal itu.
Hari-hari ini kata ulama semakin banyak disebut orang. Kata ini memiliki konotasi bernuansa sakralitas dan kehormatan yang tinggi. Orang sering merujuk pada Hadis Nabi SAW: "Al-Ulama Waratsatul Anbiya'", ulama itu pewaris para nabi.
Lalu apakah atau siapakah ia? Banyak definisi mengenainya yang dibuat orang. Masing-masing dengan perspektifnya sendiri-sendiri. Ada yang mendefinisikannya atas dasar performa, penampilan tubuh melalui asesoris-asesoris khas ulama . Seperti, antara lain dengan memakai peci haji, sarung, sorban, jubah, dll. Ada yang mendefinisikannya atas dasar pengetah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+