Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Zaini Mun'im, Pendiri Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Zaini Mun'im, Pendiri Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

1906 – 1976 M · 34.571 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Mughni atau yang kerap disapa dengan KH. Zaini Mun'im lahir pada tahun 1906 di Desa Galis Pamekasan Madura. Beliau merupakan putra pertama dari dua bersaudara, dari pasangan KH. Abdul Mun'im dan Ny. Hj. Hamidah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.         Riwayat Hidup dan keluarga
1.1       Lahir
1.2       Keluarga
1.3       Wafat

2.        Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru
2.3       Mendirikan Lembaga Pendidikan

3.         Penerus
3.1       Anak-anak
3.1       Murid-Murid

4.         Peranan dan Karya
4.1       Peranan di Nahdlatul Ulama
4.2       Karya-karya

5.          Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir

KH. Abdul Mughni atau yang kerap disapa dengan KH. Zaini Mun'im lahir pada tahun 1906 di Desa Galis Pamekasan Madura. Beliau merupakan putra pertama dari dua bersaudara, dari pasangan KH. Abdul Mun'im dan Ny. Hj. Hamidah.

Ayah beliau, KH. Abdul Mun’im di samping sebagai Ulama juga dikenal sebagai pedagang, beliau menjalankan misi perdagangannya sampai ke Bululawang Malang dan beliau wafat serta dikebumikan di Bululawang Malang.

Ibu beliau, Ny. Hj. Hamidah adalah keturunan para Raja Pamekasan melalui jalur KH. Bujuk Azhar (Ratoh Sidabulangan), Penguasa Kraton Pamekasan Madura. Beliau berasal dari Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan Pamekasan Madura. Kehidupan keluarganya terkenal sebagai keluarga santri.

Sedangkan secara nasab, Ayah beliau KH. Abdul Mun’im adalah putra KH. Mudarik bin KH. Ismail. Kakek beliau, KH. Ismail dari jalur Kyai Batu Ampar Wetan adalah keturunan Bendoro Saud alias Temenggung Tirtonegoro, Adipati Sumenep yang juga keturunan Pangeran Ketandur atau cucu dari Sunan Kudus, dan dari KH. Ismail merupakan generasi kedua penerus Pondok Pesantren Kembang Kuning Pamekasan Madura.

1.2  Riwayat Keluarga
Pada tahun 1937, KH. Zaini Mun'im melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Nafi’ah, keponakan KH. Abdul Majid Banyuanyar. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai enam putra dan 1 putri.

1.3  Wafat
KH. Zaini Mun'im wafat pada hari Senin tanggal 26 Juli 1976 M atau bertepatan pada 29 Rajab 1396 H. Jenazah beliau dikebumikan di Pemakaman Keluarga Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Perjalanan Menuntut Ilmu

Sejak kecil, KH. Zaini Mun'im telah mendapatkan pendidikan agama dari kedua orang tuanya, Nyai Hamidah dan KH. Abdul Mun’im. Menginjak usia 11 tahun, pada masa penjajahan Belanda, beliau masuk sekolah Wolk School (Sekolah Rakyat) selama empat tahun (1917-1921). Selanjutnya, beliau memperdalam Al-Qur’an beserta tajwidnya kepada KH. M. Kholil dan KH. Muntaha, (menantu KH. Kholil) di Pondok Pesantren Kademangan Bangkalan Madura.

Setelah itu, pada tahun

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+