11 May 2019 · 3.211 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID - Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan bagi semua alam
Setelah Allah memulai pada ayat sebelumnya dengan keharusan seseorang untuk meminta pertolongan dengan menggunakan asma Allah, maka pada ayat ini Allah mengarahkan agar manusia memuji-Nya atas segala kekuasaan yang Dia miliki atas segenap alam.
Memuji Allah adalah luapan rasa syukur yang mengaliri hati orang mukmin ketika disebutkan nama Allah. Karena keberadaan mereka tidak lain merupakan curahan nikmat-Nya yang membangkitkan syukur dan pujian. Setiap kerlingan mata, setiap waktu, dan setiap langkah, bergiliran, bertabur dan tercurah nikmat Allah serta meliputi bagi semua makhluknya, khususnya manusia.
Dari sini, pujian bagi Allah dicurahkan bagi setiap permulaan dan akhir segala seuatu, hal ini sebagai sebuah kaidah Islam “Dia (Allah), tiada Tuhan selain Dia. Bagi-Nya segala puji bagi setiap awal permulaan (kehidupan dunia) dan juga akhir dari segala hal (akhirat)”. Demikian Sayyid Quthb memulai penafsirannya ketika membahas ayat kedua ini.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+