11 May 2019 · 4.798 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Beberapa perundingan yang diadakan untuk menyelesaikan Irian Barat (saat ini sudah disebut Papua) selalu gagal, akhirnya Bung Karno menghubungi Kyai Wahab di Jombang. "Penyambung Lidah Rakyat" tersebut menanyakan bagaimana hukumnya orang-orang Belanda yang masih bercokol di Irian Barat. Kyai Wahab menjawab tegas, bahwa hukumnya adalah sama dengan orang yang "ghasab."
“Apa artinya ghasab, kyai?” tanya Bung Karno.
“Ghasab itu istihqaqu maalil ghair bighairi idznihi. Artinya menguasai hak milik orang lain tanpa izin," terang Kyai Wahab.
“Lalu bagaimana solusi untuk menghadapi orang yang ghasab?”
“Adakan perdamaian,” tegas Kyai Wahab.
Lalu Ir. Soekarno bertanya lagi, “Menurut insting kyai, apakah jika diadakan perundingan damai akan berhasil?”
“Tidak,” jawab Kyai Wahab.
“Lalu, kenapa kita tidak potong kompas saja, kyai?” Bung Karno sedikit memancing.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+