Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Polemik Kampus Darussalam, Kenapa Harus ada Dikotomi?

12 May 2019 Β· 2.034 dibaca · Kolom

LADUNI.ID, KOLOM- Syeikh Nuruddin Ar Raniry, ahli fikih dari Kerajaan Aceh. Pernah menjadi Qadhiyul Qudhat (Qadhi Malik Al 'Adil) di Kerajaan Aceh pada masa Iskandar Tsani. Tahun 1637 tiba di Aceh setelah banyak menuntut ilmu di pusat-pusat keilmuan kala itu. Bustan Al Salatin adalah salah satu masterpiece-nya. Beliau amat pakar di bidang fikih, demikian juga ahli di bidang keilmuan lainnya. Tulisannya pun di berbagai bidang dengan jumlah karya puluhan.

Teungku Chiek Syiah Kuala atau Syeikh Abdurrauf Singkil (1615-1693). Ulama besar dari Aceh. Asalnya dari Barus, Singkil.  Setelah melanglang buana ke berbagai negara untuk belajar, seperti  Zabid, Yaman, Mekkah dan Madinah, pada 1661 beliau pulang ke Aceh. Beliau sangat populer di bidang tasawuf. Dari sekitar 25 karya beliau, tema tasawuf lebih mendominasi. Beliau juga menulis kitab Mir-at Al Thullab atas permintaan Sultanah Safiyatuddin. Kitab yang berbicara tentang fikih. Karya termasyhurnya adalah Tarjuman Al Mustafid. Beliau dikenal sebagai pelopor Tasawuf dan tokoh pembawa tarikat Syattariyah ke seluruh

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →