LADUNI.ID - Dari kitab ini kita akan mengetahui bahwa semua kata dalam puisi-puisinya itu adalah kiasan-kiasan, metafora-metafora, simbol-simbol dan rumus-rumus yang mengandung makna-makna mistis dan sarat dengan embusan-embusan spiritualitas ketuhanan yang menukik dan melampaui. Kata “Dzât natsr wa Nizhâm”, misalnya, merupakan ungkapan tentang Wujud Mutlak dan Sang Pemilik (Pengatur) alam semesta. Kata “mimbar” dimaknai sebagai “martabat-martabat” atau tangga-tangga di dalam alam semesta, alam kosmos, metafisika, atau “mimbar alam semesta”. Demikian juga kata “Bayân” yang dimaknai “maqam risalah” (tempat/posisi kenabian). Ungkapan-ungkapan Ibn Arabi selalu memperlihatkan dualisme makna: lahir dan batin, tubuh dan ruh, Ketuhanan dan makrokosmos, teologis dan kosmologis, fisika dan metafisika. Ibn Arabi mengatakan bahwa semua puisi ini berkaitan dengan kebenaran-kebenaran ilahi dalam berbagai bentuknya, seperti tema-tema cinta, eulogi, nama-nama dan sifat-sifat perempuan, nama-nama s
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+