13 May 2019 · 1.894 dibaca · Kolom
Oleh ULIL ABSHAR ABDALLA
LADUNI.ID, Jakarta - Pengarang kitab "Akhbar al-Madinah" (Sejarah Kota Madinah), yaitu Ibn Syabbah, seorang perawi hadis dan ahli sejarah yang hidup pada abad ke-3 Hijriyah, menuturkan kisah yang menarik tentang Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kisah ini, bagi saya, penting sekali karena bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang hendak menjadi pemimpin.
Demikian kisah yang dituturkan Ibn Syabbah:
Tahun-tahun pertama ketika Nabi baru datang di Madinah dan secara fisik masih cukup kuat, beliau punya kebiasaan menjenguk orang-orang yang sedang sakit keras dan menjelang maut - - "ukhtudlira", "dying". Nabi akan menunggui, membacakan istighfar, memintakan ampunan bagi sang pasien, hingga yang terakhir ini meninggal. Kadang-kadang Nabi menunggu berjam-jam.
Kebiasaan semacam ini menimbulkan rasa kasihan pada sebagian sahabat. Mereka tidak tega melihat Nabi menunggu berjam-jam. Urusan beliau, sebagai kepala proto-negara Madinah dan pemimpin agama, tentulah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+