17 May 2019 Β· 6.651 dibaca · Sejarah
LADUNI.ID, Jakarta - Sudah tahukah mengenai sejarah shalawat Tarhim yang biasanya berkumandang di masjid atau mushalla, terutama sebelum azan subuh di bulan suci Ramadhan?
Shalawat tarhim bertujuan untuk membangunkan kaum Muslimin agar mempersiapkan diri untuk shalat Shubuh, atau membangunkan mereka yang ingin shalat tahajjud.
Sejarah Shalawat Tarhim
Shalawat Tarhim diciptakan oleh Syeikh Mahmud Khalil Al-Husshari (1917-1980), seorang qari’ ternama lulusan Al-Azhar. Beliau merupakan Ketua Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz (organisasi para penghafal Al-Qur’an) di Mesir.
Syeikh Mahmud Al-Husshari memiliki kedalaman ilmu qira’ah dan tartil yang luar biasa. Saking alimnya, beliau sampai dijuluki sebagai Sheikh al-Maqari’ (guru para ahli qira’ah).
Shalawat Tarhim pertama kali sampai ke Indonesia pada akhir tahun 1960an. Saat Syeikh Mahmud Al-Husshari berkunjung ke Indonesia dan diminta untuk merekam Shalawat Tarhim di Radio Lokananta, Solo.
Hasil rekaman tersebut
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+