23 May 2019 Β· 1.922 dibaca · Sosial Budaya
Oleh HUSNUL MUTTAQIN
LADUNI.ID, Jakarta - Salah satu sisi gelap media sosial adalah kemampuannya mengamplifikasi hampir segala hal, termasuk konflik, hoaks, kekerasan, kebencian, teror dan irrasionalitas.
Itu semua bermula dari munculnya ide personalisasi yang dimulai oleh Amazon dan Google yang kemudian diikuti oleh semua media sosial. Teknologi personalisasi ini dimungkinkan oleh kemampuan algoritma untuk mempelajari dan mengenali aktivitas penggunanya. Melalui mekanisme ini, media sosial lalu menciptakan filter bubble yang mengisolasi penggunanya di dalam pandangan dan halusinasinya sendiri.
Informasi-informasi tak jelas dan irrasional, "berkat" filter bubble, akan tampak sebagai kebenaran tak terbantahkan. Filter bubble membawa pengguna makin terperosok ke dalam kondisi ketidaksadaran atas realitas halusinatifnya.
Apa yang menyesakkan adalah bahwa melalui kemampuan personalisasi (algoritma), para raksasa media sosial mengeruk keuntungan material melimpah ru
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+