25 May 2019 · 1.430 dibaca · Internasional
LADUNI. ID, INTERNASIONAL -Secara mengejutkan Perdana Menteri Inggris Theresa May, menyatakan mundur sebagai pimpinan Partai Konservatif, sekaligus kemudian otomatis dari posisi Perdana Menteri (PM), memicu persaingan baru yang harus dapat memecahkan kebuntuan atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa. (Jumat (24/5),
Theresa May dalam pernyataan singkatnya mengakui bahwa dukungan dari anggota parlemen Partai Konservatif telah memudar sejak kegagalannya memuluskan Brexit yang diputuskan dalam referendum tahun 2016 lalu.
Selanjutnya May secara otomatis akan mundur dari posisi ketua partai tapi akan tetap menjadi perdana menteri sampai penggantinya terpilih.
"Sejak pertama kali saya menginjakkan kaki melalui pintu di belakang saya sebagai Perdana Menteri, saya berjuang keras untuk menjadikan Inggris sebagai negara yang tidak hanya berhasil bagi segelintir orang, tapi bagi semua orang," ucap PM May dalam pernyataan di luar kantornya di 10 Downing Street, L
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+