25 May 2019 Β· 4.284 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Aku melihat seorang perempuan tua berjualan di pinggir jalan, di bawah terik matahari yang begitu menyengat. Lalu kuhampiri perempuan tersebut.
"Wah… pisangnya bagus-bagus mbah," kataku sembari berjongkok di depan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar.
"Lha monggo dipundut (dibeli)," kata perempuan itu riang.
Sungguh sudah sangat sepuh, rautnya penuh kerut. Kulitnya hitam. Kurus badannya. Tapi suaranya cemengkling masih nyaring, riang. Giginya terlihat masih utuh.
"Ini kepok kuning, bagus dikolak. Ini kepok putih, kalau digoreng sangat manis. Lha kalau itu, pisang pista, kulit tipis, harum manis. Tapi jangan dibeli karena belum mateng…” kata perempuan itu menjelaskan dagangannya.
Aku hanya diam memperhatikan gerak tangannya yang cekatan, meskipun telah ndredheg (gemetar). "Sudah lama jualan, Mbah…?"
"Belum, ini ngejar rejeki buat lebaran"
“Putranya berapa Mbah?"
&
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+