Eksistensi Jam’iyah Nadlatul Ulama tidak saja sebagai penjaga ideologi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi juga tidak bisa terlepas dari perannya dalam menjaga bangsa dan negara Indonesia. Karena itu, Nandlatul Ulama akan senantiasa mempunyai kepeduliaan terhadap persoalan bangsa dan negara.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Laduni.ID, Jakarta - Eksistensi Jam’iyah Nadlatul Ulama tidak saja sebagai penjaga ideologi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi juga tidak bisa terlepas dari perannya dalam menjaga bangsa dan negara Indonesia. Karena itu, Nandlatul Ulama akan senantiasa mempunyai kepeduliaan terhadap persoalan bangsa dan negara.
Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan negara yang mempunyai penduduk dengan beraneka ragam suku, adat-istiadat, bahasa daerah, serta penganut berbagai macam agama dan kepercayaan. Penduduk Indonesia tinggal di lebih dari 17.000 pulau, memanjang dari Barat hingga Timur hampir seperdelapan lingkar bumi. Dan adalah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama merupakan salah satu komunitas yang hidup di di dalamnya.
Sejak semula Nahdlatul Ulama menyadari dan memahami bahwa keberadaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keanekaragaman itu. Oleh karenanya, Nahdlatul Ulama ikut berperan dalam menentukan arah bangsa ini berjalan. Segala permasalahan yang menimpa bangsa ini juga ikut menjadi keprihatinan Nahdlatul Ulama. Ibarat satu tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan. Demikian Nahdlatul Ulama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia.
Dalam hal ini, dapat digambarkan bahwa Jam’iyyah Nahdlatul Ulama mendasari ruang geraknya dengan empat semangat, yaitu sebagaimana berikut ini:
1. Ruh At-Tadayun (semangat beragama yang dipahami, didalami, dan diamalkan)
2. Ruh Al-Wathaniyah (semangat cinta tanah air)
3. Ruh At-Ta’addudiyah (semangat menghormati perbedaan)
4. Ruh Al-Insaniyyah (Semangat kemanusiaan)
Dengan keempat semangat itu, Nahdlatul Ulama ikut terlibat aktif dalam proses perkembangan bangsa Indonesia. Ruh At-Tadayun menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama mendorong warganya untuk senantiasa meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah agama yang ramah dan damai. Dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an yang terkandung dalam Islam, Nahdlatul Ulama menjadi barometer kegiatan keagamaan yang moderat (At-Tawasuth), seimbang dalam segala hal (At-Tawazun), tegak lurus adil membela kebenaran (Al-I’tidal), dan toleran (At-Tasamuh).
Semangat cinta tanah air (Ruh Al-Wathaniyah) menjadikan Nahdlatul Ulama sadar bahwa keanekaragaman bangsa ini harus dipertahankan. Oleh sebab itulah, keberagaman yang ada di Indonesia jangan sampai memecah-belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam rangka itu, semangat ini juga tidak bisa dipisahkan dengan semangat menghormati perbedaan (Ruh At-Ta’addudiyah) dan semangat kemanusiaan (Ruh Al-Insaniyyah), sebab tidak bisa dipungkiri manusia itu diciptakan berbeda-beda. Dan sebagaimana tuntunan Al-Qur’an, bahwa manusia diciptakan berbeda-beda itu bukan untuk saling menegasikan, melainkan agar saling mengenal dan menghormati satu sama lain.
Selain itu, NU juga tidak bisa terlepas dari dinamika perpolitikan Indonesia. Dan salah satu masalah yang paling penting bagi Nahdlatul Ulama di bidang politik nasional adalah sikap terhadap Pancasila, dasar negara Republik Indonesia.
Pada tahun 1983 Nahdlatul Ulama menyatakan secara tegas menerima pancasila sebagai satu-satunya asas bernegara. Nahdlatul Ulama memandang bahwa Negara Republik Indonesia adalah hasil kesepakatan seluruh bangsa Indonesia, yang di dalamnya terdapat kaum Muslimin, Nahdliyin yang ikut berperan serta dalam kesepakatan melalui pemimpin yang mewakilinya. Oleh karena itu negara ini harus dipertahankan kelestariannya.
Negara republik Indonesia dengan dasar pancasila dan UUD 1945 adalah ketetapan final bagi Nahdlatul Ulama, dalam arti tidak perlu mendirikan “negara lain” dengan menggantik
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

