Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Perilaku Akidah Warga Nahdlatul Ulama
✓ Terverifikasi Tim Riset

Perilaku Akidah Warga Nahdlatul Ulama

21.712 kali dibaca · Profil Nahdlatul Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Perilaku akidah warga Nahdlatul Ulama menjadi salah satu ciri khas warga Nahdlatul Ulama.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagai penganut Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah sepanjang sejarahnya berusaha melestarikan, membela, dan mengembangkan Islam yang beraliran Ahlussunnah wal Jamaah. Golongan Ahlussunnah wal Jamaah adalah kaum yang menganut i’tiqad dan amaliyah Nabi Muhammad para sahabatnya.

I’tiqad dan amaliah tersebut termaktub dalam Alqur’an dan Hadis secara terpisah-pisah, belum tersusun secara rapi dan teratur, yang kemudian dihimpun dan dirumuskan oleh seorang ulama besar Syeikh Abu Hasan al-Asy’ari (260 H – 324 H). Hasil rumusan itu diwujudkan berupa kitab tauhid yang dijadikan pedoman bagi kaum Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu kaum Ahlussunnah wal Jamaah disebut juga kaum “Asy’ariyah” yang dikaitkan dengan nama tokohnya tersebut.

Menurut rumusan Imam Al-Asy’ari dalam bidang aqidah meliputi enam perkara yang lebih dikenal dengan rukun iman, yaitu: Iman kepada Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, Hari Akhir, dan iman kepada Qadla dan Qadar Allah.

Secara lebih rinci rumusan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang perlu diketahui sebagai berikut:

  1. Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna sebagaimana dijelaskan dalam Alqur’an dan Hadis, yaitu sifat wajib yang jumlahnya 20, sifat mustahil jumlahnya 20, dan sifat jaiz ada 1.
    Yang dimaksud sifat wajib bagi Allah adalah sifat-sifat yang harus
    ada pada zat Allah. Sedangkan sifat mustahil bagi Allah adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada zat Allah. Sifat jaiz bagi Allah, artinya Allah itu boleh melakukan sesuatu atau meninggalkannya.

  2. Beriman terhadap hal-hal yang ghaib sebagaimana diterangkan dalam nash Alqur’an dan Hadis. Misalnya, azab kubur, nikmat kubur, mahsyar, mizan, shirath, ba’ats, surga, neraka, arasy, lauh mahfudh, dan lainnya.

    Para ahli kubur dapat memperoleh manfaat atas amal shaleh yang dihadiahkan kepadanya, seperti bacaan Alqur’an, zikir, sedekah dan lainnya. Ziarah kubur orang mukmin sunnah hukumnya dan mendapat pahala jika dilakukannya.

  3. Berdo’a kepada Allah secara langsung atau dengan wasilah/ bertawassul (perantara) sunah hukumnya dan diberi pahala bila dikerjakan.

  4. Nabi Muhammad memberi syafa’at kepada orang beriman kelak di alam akhirat.

  5. Orang beriman yang berdosa dan mati sebelum bertaubat, nasibnya di akhirat terserah Allah. Jika berkenan diampuni karena rahmat-Nya, atau memperoleh syafaat Nabi Muhammad, atau disiksa karena keadilannya namun jika disiksa tidak bersifat kekal.

  1. Anak-­anak orang yang kafir jika mati dalam usia belum baligh dimasukkan dalam surga.

  2. Rejeki, jodoh, ajal, semuanya telah ditetapkan pada zaman azali. Perbuatan manusia telah ditakdirkan Allah akan tetapi manusia wajib berikhtiar untuk memilih amalnya yang baik.

  1. Masjid di seluruh dunia derajatnya sama, kecuali tiga masjid derajatnya melebihi dari yang lainn

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+