Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Menjaga Tradisi Tertib dalam Belajar Keislaman

06 Jun 2019 · 2.005 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Imam Al-Ghazali dan Ibn Rusyd itu beda generasi, tetapi kritikan Al-Ghazali terhadap filsafat dibantah oleh Ibn Rusyd. Buku dibantah buku. Namun yang menarik, karya monumental Al-Ghazali dalam bidang ushul fiqih, yaitu kitab Al-Mustasyfa, ternyata dibuat ringkasannya oleh Ibn Rusyd.

Ini artinya Ibn Rusyd bukanlah ‘hater’ dari Al-Ghazali. Tidak mencaci atau membenci. Tetap kritis, tapi juga apresiatif. Saya pernah mengunduh kitab Ad-Dharuri fi Ushul Al-Fiqhi karya Ibnu Rusyd yang meringkas kitab Al-Mustasyfa itu.

Menarik bukan khazanah keislaman klasik ini?

Contohnya, Al-Ghazali menulis:

‎‏أَمَّا التَّمْهِيْدُ فَهُوَ أَنَّ الْحُكْمَ عِنْدَنَا عِبَارَةٌ عَنْ خِطَابِ الشَّرْعِ إِذَا تَعَلَّقَ بِأَفْعَالِ الْمُكَلِّفِيْنَ

‎‏Sedangkan Ibn Rusyd meringkas dan sekaligus memodifikasinya sebagai berikut:

‎‏أَمَّا حَدُّ الْحُكْمِ عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ فَهُوَ عِبَارَةٌ عَنْ خِطَابِ الشَّرْ

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →