07 Jun 2019 · 8.468 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Saya pernah membaca tulisan menarik, Al-Mar'ah Mir’atur Rajul, bahwa perempuan adalah cermin bagi laki-laki. Namun, saya masih bertanya-tanya, mengapa perempuan dianggap cermin laki-laki? Tulisan berikut akan menganalisis tentang perempuan (mar'ah) dalam asal bahasanya dan kaitannya dengan derevasinya (mar'ah dan mir'ah).
Saya mulai membuka beberapa kitab yang mengkaji asal kata "mar'ah" (perempuan), di antaranya adalah kitab karya 'Alla' Husain yang mengkaji tentang "li madza summiyat mar'ah mar'atan" (mengapa perempuan disebut mar'ah?), dan nantinya saya akan hubungkan dengan "mir'ah" (cermin), bahwa memang perempuan itu adalah "mir'ah" atau cermin bagi laki-laki.
Perempuan disebut "mar'ah" karena diciptakan dari "mar'i" yakni seseorang. Hal ini berkaitan dengan penciptaan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+