09 Jun 2019 Β· 4.780 dibaca · Kolom
Oleh RIFQIEL ASYIQ
LADUNI.ID, Jakarta - Hijrah bukan trend yang kemudian akhirnya dikomoditi. Jangan sampai gejala ini dimaknai oleh sebagian kita sebagai sebuah panggung besar yang esensinya berubah menjadi sebuah hijrah ekonomi.
Emang ada?
Lihat saja di sekliling kita. Banyak sekali trend-trend baru selebrasi kostum hijrah bertebaran, dari mulai hijab syar'i, gamis syar'i, mukenah syar'i dan lain-lain. Hijab syar'i dan sejenisnya bukan berarti menjadi sebuah konsensus dikatakan sebagai jalan syar'i. Hijab syar'i ya hijab bukan produk syar'i.
Untuk melabelinya sebagai syar'i butuh proses penafsiran panjang kali lebar kali tinggi. Alangkah lebih eloknya jika terang-terangan bahwa istilah syar'i adalah bahasa marketing. Tapi, sekali lagi bahwa konsensus marketing ini dibangun dengan bumbu narasi agama yang bagi kalangan umum ini menjadi sebuah kesepekatan secara eksklusif bahwa dengan menggunakan embel-embel syar'i mereka sedang berhijrah, sedang menuju surga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+