12 Jun 2019 · 2.266 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Haisem Zahab , 44, mengaku bersalah karena secara sadar memberikan dukungan atau sumber daya kepada organisasi teroris. Dia juga mengakui bahwa dia menolak untuk membantu polisi mengakses data terenkripsi di ponsel dan perangkat lain.
Seorang tukang listrik Australia sedang menguji Propelan roket di ladang pertanian, hasil tersebut rencanannya akan dikirim kepada kelompok teroris ISIS melalui aplikasi terenkripsi. pria tersebut dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara pada hari Jumat oleh pengadilan di Australia.
Mr. Zahab bisa saja menghadapi 25 tahun penjara. Ketika Hakim Agung Geoffrey Bellew menjatuhkan hukuman di ruang sidang Sydney, anggota keluarga Pak Zahab mulai menangis, beberapa kerabat Zahab mengatakan "Terima kasih Tuhan" dalam bahasa Arab. Dia akan memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat pada akhir 2023.
Para jaksa penuntut mengatakan Zahab menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk meneliti senjata yang dipandu laser di tanah pertaniannya di daerah barat negara bagian New South Wales.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+