17 Jun 2019 · 13.690 dibaca · Artikel Keluarga
LADUNI.ID, Jakarta - Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa harta dan anak adalah fitnah, yakni ujian bagi manusia. Gus Baha menerangkan bahwa anak bukan sekadar amanah, tapi juga cerminan diri orang tua. Dalam satu kajian Gus Baha memberikan pandangan yang mungkin tidak lazim, "Ojo wani-wani karo anak, ndak kuwalat," (Jangan berani-berani terhadap anak, nanti celaka).
Pandangan ini membalik kebiasaan umum yang mengajarkan agar anak patuh kepada orang tua. Bagi Gus Baha, justru anak perlu dihormati, sebab hubungan orang tua dan anak tidak pernah terputus, bahkan hingga akhir hayat. Seorang anak tetap menjadi ahli waris dan tetap berhak atas wali dalam akad nikah, apapun keadaan hubungan mereka.
Anak, menurut Gus Baha, adalah penerus kalimat tauhid. Karena itu, beliau tak pernah memukul anaknya. "Bagaimana saya bisa memukul umat Nabi Muhammad yang kelak meneruskan Islam?" tuturnya.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+