01 Jul 2019 · 1.899 dibaca · Ringan Riuh
LADUNI.ID - Ada adagium yang selalu dipegang begitu erat oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam konvensional. Yaitu :
الحافظ حجة على من لم يحفظ
al-hâfizh hujjah alâ man lam yahfazh, (orang yang hapal menjadi argumen terhadap orang yang tidak hapal). Dengan kata lain orang yang hapal teks-teks akan selalu dapat memenangkan perdebatan atau diskusi ketika berhadapan dengan orang-orang yang hanya mengandalkan logika, nalar atau akal semata. Ini karena tekstualisme dalam tradisi itu menjadi ukuran otoritatif atas suatu masalah. Maka pendidikan kemudian diarahkan agar anak-anak didik mampu menghapal sebanyak-banyaknya teks.
Dalam sistem pendidikan Islam di banyak pesantren, untuk tidak mengatakan semua pesantren, metode hapalan sangatlah ditekankan. Pada umumnya para santri diwajibkan menghapal ilmu-ilmu agama yang sudah diringkas dalam bentuk syair-syair yang mudah dinyanyikan dengan lagu-lagu yang beraneka ragam. Ilmu-ilmu yang sudah disyairkan tersebut, misalnya "Matn Zubad" untuk fiqh mazhab Syâfiî, "Tuhfah al-
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+