Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Ringan Riuh

Menghafal Versus Menalar (Seri 2)

03 Jul 2019 · 1.671 dibaca · Ringan Riuh

LADUNI.ID - Tradisi menghapal tersebut terus berlangsung sampai saat ini, di banyak pusat-pusat pendidikan Islam, entah sampai kapan. Tradisi ini dipraktikkan mulai dari tingkat ibtidaiyah (dasar) sampai perguruan tinggi. Saat saya belajar di pesantren Lirboyo, Kediri, beberapa puluh tahun lalu, saya dan para santri kelas Tsanawiyah, tiap malam jumat "lalaran"(mengulang hapalan secara bersama-sama) nazham Alfiyah ibnu Malik. Saya pernah hapal 1000 bait ilmu nahwu itu dalam tempo 45-60 menit. Saya juga pernah menghapal "Jauhar al-Maknun" (ilmu sastra Arab) dan "Al-Sullam al-Munawraq" ( ilmu mantiq/logika Aristotelian). Sekarang saya sudah lupa semua hapalan itu.

Pada momentum khataman atau ujian akhir yang diselenggarakan pada akhir tahun ajaran, (haflah akhir al-sanah atau imtihânah), kemampuan menghafal syair-syair ilmu tersebut di atas biasanya ditampilkan oleh para santri di hadapan para guru, orang tua-wali dan khalayak/masyarakat. Para orang tua tersebut merasa sangat gembira dan bangga melihat anaknya hafal nazham Amrit

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →