05 Jul 2019 · 9.079 dibaca · Pembinaan Keluarga
Laduni. ID, Jakarta - Salah satu kajian dan praktik dalam tasawwuf adalah bersikap zuhud. Ketika disebut kata zuhud, maka biasanya stereotip yang sering muncul adalah dikaitkan dengan hidup menyepi, menjauhi masyarakat, berpakaian lusuh, tidak memiliki harta dan hal-hal lain yang bersifat menjauhi 'keduniawian'. Padahal pandangan ini belum tentu sepenuhnya benar. Sebab ada pendapat sebagian ulama sufi yang memandang dibolehkannya memiliki banyak harta dengan cara yang halal, asalkan hatinya tetap cinta dan hanya terpaut kepada Allah SWT.
Pandangan tersebut di antaranya diungkapkan oleh seorang ulama sufi bernama Sufyan As-Sauri sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Asror Yusuf dalam bukunya Kaya Karena Allah, bahwa yang dimaksud zuhud adalah membatasi keinginan untuk memperoleh dunia, bukannya membatasi diri dengan hanya memakan hidangan yang kasar atau mengenakan pakaian yang kasar. Senada dengan Sufyan As-Sauri, Dzun Nun Al-Misri juga menyatakan untuk tidak mencari dunia, namun jika harus mencari dunia, maka paling
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+