08 Jul 2019 · 3.061 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID - Pagi ini aku menghadiri acara akad Nikah putri teman baik saya: Dr. Eman, pendiri UNU Cirebon sekaligus Ketua PBNU. Kemarin di Yogyakarta aku hadir untuk acara yang sama, memenuhi undangan dubes Saudi Arabia, pak Agus Miftah Abe Gebriel. Beliau menikahkan putrinya. Pada keduanya aku hadir untuk menyampaikan doa.
Syawal agaknya boleh disebut sebagai bulan musim nikah/kawin. Begitu usai Idul Fitri, acara akad nikah diselenggarakan di banyak tempat dan setiap hari. Di medsos kita membaca undangan acara itu. Lalu bertebaranlah ucapan selamat atas peristiwa yang sakral itu. Kiyai Said Aqil menyebutnya : ibadah universal. Karena semua agama mensakralkan peristiwa tersebut. Ucapan selamat dan berkah itu kemudian disertai kata-kata doa ; semoga "Sakinah", "Mawaddah" wa "Rahmah". Atau disingkat "Samara". Ada juga yang menyebut S. Mawar. Dll.
Tiga kata ini diambil dari ayat suci Al-Qur'an yang oleh banyak penafsir dipandang sebagai tujuan nikah. Yaitu :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+