08 Jul 2019 · 1.825 dibaca · Iptek & Pendidikan
Citra satelit yang dirilis Badan Antariksa Amerika Serikat ( NASA) memperlihatkan betapa gemerlapnya Pulau Jawa, salah satu pulau utama Indonesia, pada malam hari.
Diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Agustus 2018, citra itu memperlihatkan Jawa diselimuti cahaya dan berdiri tegak di tengah gelapnya Samudera Hindia. Namun menurut pemerhati astronomi Adib Rifqi Setiawan, gemerlapnya Pulau Jawa itu justru bakal memberikan kerugian bagi para astronom dalam melakukan tugasnya.
Saat dihubungi Senin (8/7/2019), Adib menerangkan dampak yang paling dirasakan astronom adalah mereka tak bisa mengamati obyek langit karena kalah terang dengan cahaya sekitar. Dia kemudian menjelaskan fakta itu menjadi alasan mengapa dibangun observatorium baru yang berlokasi di Timau, Kecamatan Amfoang Tengah, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Emmanuel Sungging Mumpuni, peneliti dari Pusat Sains Antariksa (Pusalinsa) LAPAN Desember lalu berkata, daerah itu dianggap lokasi terbaik di Indonesia untuk pengamatan astronomi. "Daerah NTT adalah salah satu daerah dengan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+