09 Jul 2019 · 1.862 dibaca · Tekno & Disruption
LADUNI.ID, Bandung - Suatu hari saya mengunjungi sebuah pesantren Nahdlatul Ulama lewat tengah siang. Terlihat para santri yang rata-rata santri menengah tengah lesehan di teras masjid, masing-masing asyik memelototi layar notebook masing-masing. Saya mendekati salah seorang darinya, rupanya tengah membuka Android Studio, setelah unjuk salam saya bertanya, "Sedang bikin apa nih ?" Kitab Fathul Muin dan oret-oret kertas berserakkan di sekitarnya. "Anu, sedang bikin aplikasi buat itung zakat Kang. Kalau udah jadi nanti saya upload ke Playstore", jawabnya ringkas setelah membalas salam sambil meneruskan kerjaannya.
Saya tidak ingin menggangu keasyikannya, beralih melangkah menghampiri santri lain yang sepertinya tengah mengetikkan baris-baris kode PHP. Sepertinya menggunakan framework, entah Code Igniter, Laravel atau Yii. Bahasa PHP-nya ngga karuan campur aduk ala framework. "Lagi bikin aplikasi web ya ?", saya lontarkan pertanyaan. "Iya Kang, ditugasi Kiai bi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+