LADUNI.ID - Mengapa membenci? Itu lebih merupakan pertanyaan filsafat ketimbang psikologi. Tak pernah ada penjelasan yang mudah untuk setiap kasusnya. Bahkan lebih sering yang didaku sebagai penjelasan sesungguhnya hanyalah pembenaran.
Terlalu sering ada orang dibenci malah bingung,
"Salahku aapaaaa...?"
Begitu ruwetnya urusan kebencian itu sampai-sampai Kanjeng Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam seolah mencegat kita dari perenungan akan sebab-musabab kebencian dengan menandaskan hakikatnya sebagai bagian dari keazalian yang dikehendaki Tuhan.
ุงูุฃุฑูุงุญ ุฌููุฏ ู ุฌูุฏุฉ ูู ุง ุชุนุงุฑู ู ููุง ุงุกุชูู ูู ุง ุชูุงูุฑ ู ููุง ุงุฎุชูู
"Jiwa-jiwa itu berpihak-pihak dan digelar-papankan. Yang saling kenal (dulu di alam azali) akan saling rukun (di alam dunia), dan yang saling singkur (di alam azali) akan saling berseliisih (di alam dunia)".
Sementara itu, ngัlmu titัn Jawa mengatakan: “Sêngit ndulit, gêthing nyanding”. Yang benci akan mencicipi, yang anti akan menyanding.
Maka, tidak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+