Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Tujuh Resep Guru Sekumpul dalam Mendidik Anak
✓ Terverifikasi Tim Riset

Tujuh Resep Guru Sekumpul dalam Mendidik Anak

12.325 kali dibaca · Terkait Anak (anak sendiri/ adopsi/ bayi tabung/ saudara sesusuan/ yatim/ piatu)

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Di dalam Manaqib Guru Sekumpul yang dibaca dan diperdengarkan kepada jutaan orang itu, ada beberapa nasihat Guru Sekumpul bagi segenap umat Islam dalam menjalani kehidupan ini.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari lahir di Tunggul Irang, Martapura, 11 Februari 1942 dan meninggal di Martapura, 10 Agustus 2005 pada umur 63 tahun. Beliau adalah salah seorang ulama dan tokoh yang sangat kharismatik dan masyhur, tidak saja di Kalimantan, tetapi juga dikenal secara nasional, bahkan internasional. 

Dalam setiap agenda haul yang diadakan rutin setiap tahun, jutaan orang turut serta hadir di Sekumpul, Martapura. Kehadiran para pecinta itu bukan karena apa-apa, melainkan rasa cinta yang tulus dan mengharap berkah dari Allah SWT melalui kekasihnya itu.

Biasanya agenda Haul Guru Sekumpul diadakan beberapa hari dengan rangkaian acara yang cukup padat berisi, pembacaan Al-Qur'an, Dzikir, pembacaan Maulid Simtuddurar, dan juga pembacaan Manaqib atau jejak langkah perjuangan Tuan Guru Sekumpul.

Di dalam Manaqib Guru Sekumpul yang dibaca dan diperdengarkan kepada jutaan orang itu, ada beberapa nasihat Guru Sekumpul bagi segenap umat Islam dalam menjalani kehidupan ini.

Diriwayatkan bahwa Guru Sekumpul pernah berkata bahwa kalau kita ingin punya anak yang menjadi wali, atau setidaknya anak kita jadi orang sholeh dan berilmu serta berakhlak mulia, maka yang harus dilakukan seorang suami adalah berikut ini:

Pertama, sebelum istri kita hamil, hendaknya kita menjaga istri kita untuk memakan makanan yang halal agar terhindar dari makanan yang haram dan syubhat.

Ini adalah modal yang paling utama dalam mendapatkan anak yang sholeh. Karena ini termasuk menjaga perut dari segala yang haram dan yang syubhat. Riba itu termasuk haram. Jadi duit yang kita belikan makanan untuk istri dan anak kita adalah duit yang halal tidak mengandung unsur riba sedikitpun. Dan yang syubhat itu maksudnya yang tidak tahu asal usulnya apakah ini halal atau haram. Maka dari itu, kita harus menjaga makanan yang masuk ke perut istri kita cukup makanan yang halal. Jangan memberi makanan yang syubhat sekalipun, apalagi yang haram.

Kedua, di kala istri kita hamil dua bulan, yang kita lakukan adalah rajin membacakan shalawat sebelum tidur, setiap malam sambil memegang perut istri.

Hal ini kita lakukan mulai istri kita hamil dua bulan sampai melahirkan. Shalawat apa saja dan setelah membaca shalawat diakhiri dengan tawasshul kepada para wali untuk memohon anugerah dari Allah SWT.

Ketiga, rajin-rajinlah dan sering-seringlah membaca Al-Qur’an di hadapan istri yang sedang hamil.

Hal itu dikarenakan kalau kita sering membaca Al-Qur’an, Insya Allah anak kita sejak kecil sampai tua nanti akan tetap suka membaca Al-Qur’an dan bahkan bisa menghafal Al-Qur’an karena berkah dari Al-Qur’an itu.

Keempat, banyak-banyaklah melihat foto/gambar para waliyullah.

Foto wali-wali harus ada di rumah kita. Bila kita hendak tidur, kita melihat gambar/foto tadi, membacakan Al-Fatihah sebagai hadiah untuk wali yang ada di foto tadi, dengan menyebut namanya, misalnya si fulan bin si fulan. Lakukanlah selama kita hidup. Fadhilahnya itu semua akan berdampak kepada anak kita, yang atas kehendak Allah SWT kelak bisa menjadi seorang wali. Kalaupun bila anak kita tidak menjadi seorang wali, maka mungkin atas kehendak Allah akan turun ke cucu yang menjadi wali, bila cucu tidak, maka ke bawah terus yang jelas keturunannya itu pasti ada yang jadi wali berkat kita cinta kepada wali.

Kelima, yang kita lakukan saat anak kita terlahir yakni buka mulutnya sambil membaca:

اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

“Ya Allah pahamkanlah ia dalam urusan agama dan ajarkanlah ta'wil (tafsir/pemahaman) Al-Qur'an)"

Kemudian adzankan di telinga kanan dan iqomahkan di telinga kiri. Setelah itu kit

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+