18 Jul 2019 · 3.045 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Pertama kali saya mengikuti Rakernas HTI di Bumi Perkemahan Cibubur tahun 2006. Diundang sebagai Mas’ul (Penanggung Jawab) HTI di Babel yang tanzhimnya baru dibentuk April 2004. Di sana berkumpul semua anggota Majlis Wilayah (DPP HTI) yang baru terpilih dan para mas’ul HTI dari berbagai daerah. Tidak banyak yang saya kenal dari mas’ul itu. Sedangkan dengan anggota Majlis Wilayah saya bisa ketemu langsung yang sebelumnya sering muncul di majalah Al-Wa’ie (majalah HTI) dan di website hizbut-tahrir.or.id.
Acara Rakernas dimulai dengan ta’aruf. Host pada sesi ini adalah AJ yang dikenal dengan nama GJ. Dia seorang syabab halaqah ula Hizbut Tahrir di Indonesia. Syabab halaqah ula maksudnya orang yang pertama-tama halaqah bersama Hizbut Tahrir di suatu tempat. GJ pertama kali halaqah di Universitas Jember. Masa itu (pertengahan 1980-1990-an) pimpinan tertinggi Hizbut Tahrir di Indonesia adalah Ust. Abu Fuad (Ahmad Saifullah). GJ ini anak seorang Kiai NU di Kediri. Sebagai anak Kiai dia sudah familiar
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+