18 Jul 2019 · 1.581 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Setelah Khalifah ke-18 Abbasiyah, al-Muqtadir Billah, dipenggal kepalanya, maka dibai’atlah al-Qahir Billah sebagai Khalifah ke-19. Sayang, nasibnya pun berakhir tragis. Siapkan diri Anda, wahai pembaca yang budiman, untuk membaca lanjutan catatan ngaji sejarah politik Islam ini. Berat, sungguh berat membaca kekuasaan yang ditegakkan atas nama kitab suci tapi pelaksanaannya jauh dari maslahat.
Biasanya saya mengutip dari Imam Thabari dan Imam Suyuthi. Kali ini, saya hendak mengawali ngaji kita dengan mengutip dari buku Prof Dr Hamka yang berjudul Sejarah Umat Islam. Agar jangan ada yang menuduh saya mengada-ngada atau mengira saya sengaja menjelek-jelekkan kisah khilafah ini. Kita simak langsung apa kata ulama besar Indonesia ini.
Buya Hamka menulis:
“Al-Qahir, sebagai gelarnya, yaitu gagah perkasa. Hebat dan disegani orang, lagi gampang menumpahkan darah. Sayang sekali, di samping keberaniannya, ada pula kekurangannya, yaitu loba kepada harta benda dan sangat keras siasatnya.”
Buya Hamka, Ketua Umum Majeli
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+