20 Jul 2019 · 1.862 dibaca · Internasional
Republika.co.id dalam lamannya menyebutkan bahwa warga negara tersebut bebekerja di keluarga Aun Niyaf Aun Alotaibi. Laporan mengenai Turini mulai muncul sejak pertengahan 2013. Namun, karena data-data yang minim menyulitkan KBRI Riyadh melakukan pencarian.
Tentunya hal itu terjadi setelah KBRI sebelumnya berhasil menyelamatkan Eti bt Tayib dari hukuman mati dengan tebusan Rp 15 miliar
Titik balik pencarian Turini terjadi ada Maret 2019. “KBRI saat itu menerima informasi dari anak Turini di Indonesia bahwa ibunya baru saja menghubunginya melalui nomor telepon WN Filipina,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7).
Infor
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+