23 Jul 2019 Β· 30.799 dibaca · Pesantren
Sejarah
KH. Nur Syahid memiliki seorang anak yang sudah berpikiran maju, dia adalah Moh. Maslikhan yang minta izin kepada ayahnya agar berkenan menyekolahkan adiknya Moh. Yazid ke sekolah Rakyat/SD (sekarang ini), tentu saja sang ayah tidak mengizinkan, karena itu pada tahun tersebut dibukalah Madrasah Islamiyah di Kalibening yang pertama kali. Karena pada tahun itu negara kita masih belum merdeka, maka madrasah ini dibubarkan oleh Belanda yang pada waktu itu menjajah Indonesia. Namun studi weton dan sorogan masih berjalan terus yang berlangsung di masjid.
Berawal merintis madrasah kembali pada tahun 1938, namun juga mengalami nasib yang sama karena saat itu Belanda masih berkuasa di Indonesia, setelah madrasah tersebut mengalami kegagalan kedua kalinya, maka Moh. Maslikhan memutuskan untuk menambah ilmu pengetahuannya di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang Jawa Timur, selama 7 tahun.
Sekembalinya dari Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, adalah harapan baru bagi masyarak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+