31 Jul 2019 · 1.618 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID - Abbas Mahmud Al-Aqqad, pemikir dan penulis produktif, terlibat dalam cinta romantic yang penuh lika-liku yang indah dan mengharu biru dengan dua orang perempuan jelita. Kekasih Aqqad yang pertama adalah “Sarah”, seorang perempuan beragama Kristen Lebanon. Aqqad mencintai perempuan cantik itu dengan sungguh-sungguh. Sesudah mengarungi keindahan bersamanya, ia memutuskan cintanya. Ini disebabkan oleh rasa cemburu berat kepadanya. Aqqad mencurigai Sarah menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Dan Aqqad patah hati. Sahabat-sahabatnya mengira hubungan mereka berjalan mulus. Tetapi Aqqad mengatakan :
أَنَّ النَّاسَ الَّذِينَ يُشِيرُونَ لِي بِأَصَابِعِهِمْ وَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ أَنَّنِي مِنْ أَشْقَى النَّاسِ
“Orang-orang mengacungkan jari-jarinya. Mereka tidak tahu bahwa aku adalah orang yang paling menderita di bumi ini”.
Aqqad setiap hari menulis hari-harinya bersama Sarah dan ia kemudian menuliskannya sebagai novel dengan judul “Sarah”. Para kritikus sastra menilai novel ini sebagai “Ajmal Qasha
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+