01 Aug 2019 Β· 41.498 dibaca · Pesantren
Sepulangnya Ustadz Suyuthi dari Pesantren, kira-kira tahun 1977 beliau membentuk perkumpulan pemuda yang diberi nama “Jam’iyyah
Subaniyyah” yang beranggotakan kurang lebih 70 pemuda, yang didalamnya diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan dan kerohanian ( Pengajian ) di rumah beliau sendiri.Pada saat kegiatan tersebut berjalan kurang lebih satu tahun, sebagian pemuda yang sudah mampu, diberi tugas untuk praktek mengajar, disamping beliau sendiri juga mengisi pengajian di musholla-musholla yang berada di seluruh Desa Mororejo, sehingga beliau kemudian juga membentuk Wadah untuk para mubaligh yang diberi nama “Ittihadul Mubalighin” yang beranggotakan 11 orang dengan tugas yang sama secara bergantian.
Setelah kejadian tersebut maka berdatangan pula orang tua bersama anak putrinya dengan maksud yang sama pula. Anak tersebut kemudian
diterima beliau dan ditempatkan di rumah beliau.Setelah masyarakat mengetahui bahwa beliau juga menerima santri putri, maka tidak berapa lama jumlah santri putri mak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+