01 Aug 2019 · 22.200 dibaca · Pesantren
Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah yang berada di dusun Parakanonje, desa Karangsalam Kidul, kecamatan Kedungbanteng, kabupaten Banyumas ini telah mengalami sejarah panjang. Pada awalnya, cikal bakal pesantren ini merupakan sebuah kelompok pengajian yang didirikan oleh Simbah K.H. Muhammad Sami’un pada tahun 1960-an. Setelah beliau wafat pada tahun 1392 H./1972 M., kelompok pengajian ini dilanjutkan oleh putra menantu beliau, Simbah KH. Muhyiddin Abdul Mu’id, yang memimpin kegiatan di Masjid Jami’ An-Ni’mah Parakanonje.
Setelah beberapa tahun sejak kepulangan menantu beliau, Abuya KH. Mohammad Thoha ‘Alawy, A.H. dari Makkah, dengan bantuan dan dukungan para Remaja Islam Parakanonje untuk melestarikan pengajian tersebut yang sempat surut, maka terbentuklah Kelompok Studi dalam naungan Madrasah Diniyyah Al-Mustaqbal yang berkiprah dalam pengajaran Al-Qur’an, Fasholatan, dan Ilmu Bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia). Madrasah ini menjadi sambung tangan kiprah perjuangan Mbah Sami’un dalam mensyiark
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+