Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Teungku Abu Ibrahim Woyla
✓ Terverifikasi Tim Riset

Teungku Abu Ibrahim Woyla

1919 – 2009 M · 34.525 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Teungku Ibrahim bin Teungku Sulaiman bin Teungku Husen atau yang kerap dipanggil dengan sapaan Abu Ibrahim Woyla dilahirkan di kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1919 M.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Kisah-Kisah
3.2  Karomah

4.    Teladan
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Teungku Ibrahim bin Teungku Sulaiman bin Teungku Husen atau yang kerap dipanggil dengan sapaan Abu Ibrahim Woyla lahir di Kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1919 M.

1.2 Riwayat Keluarga
Teungku Abu Ibrahim Woyla memiliki dua orang istri, istri pertama bernama Rukiah, dari hasil pernikahan ini Abu Ibrahim Woyla dikaruniai 3 orang anak, seorang laki-laki dan 2 perempuan. Anak laki-laki bernama Zulkifli dan yang perempuan bernama Salmiah dan Hayatun Nufus. Sementara pada istri kedua yang dinikahi di Peulantee, Aceh Barat, beliau tidak dikaruniai anak, sebab dua tahun setelahnya beliau meninggal.

Pada tahun 1954, tahun yang sangat membahagiakan bagi Teungku Abu Ibrahim Woyla dan Rukiah, karena pada tahun itu lahir anak pertama. Ketika anak pertamanya yang diberi nama Salmiah sudah besar, menurut cerita Teungku Nasruddin barulah kondisi Teungku Abu Ibrahim Woyla kembali normal hidup bersama keluarganya. Dan saat itu Teungku Abu Ibrahim Woyla sempat membuka lahan perkebunan di Suwak Trieng sebagai harta yang ditinggalkan untuk keluarganya di kemudian hari.

Pada saat itu kehidupan Abu Ibrahim Woyla bersama keluarganya sudah sangat harmonis hingga lahir anak kedua, Hayatun Nufus dan anaknya yang ketiga Zulkifli. Semua keluarganya sangat bersyukur karena Teungku Abu Ibrahim Woyla telah tinggal bersama keluarganya.

1.3 Wafat
Teungku Abu Ibrahim Woyla wafat pada hari Sabtu pukul 16.00 WIB, tanggal 18 Juli 2009 di rumah anaknya di Pasi Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat dalam usia 90 tahun.

Teungku Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama pengembara. Ulama ini dalam masyarakat Aceh lebih dikenal dengan Abu Ibrahim Keramat. Sebab belum pernah terjadi dalam sejarah di Woyla (Aceh Barat), bila seseorang meninggal ribuan orang datang melayat (takziah) kecuali pada waktu wafatnya Teungku Abu Ibrahim Woyla.

Selama hampir 30 hari meninggalnya Teungku Abu Ibrahim Woyla, masyarakat Aceh masih berduyun-duyun datang melayat ke Kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat sebagai tempat pemakaman Abu Ibrahim Woyla.

Selama 30 hari itu ribuan orang setiap hari tak kunjung henti datang menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Teungku Abu Ibrahim Woyla, sehingga pihak keluarga menyediakan 400 kotak air gelas dan tiga ekor lembu setiap hari dari sumbangan mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, untuk menjamu tamu yang datang silih berganti ke tempat wafatnya Teungku Abu Ibrahim Woyla.

Begitulah pengaruh Teungku Abu Ibrahim Woyla dalam pandangan masyarakat Aceh, terutama di wilayah Aceh Barat dan Aceh Selatan. Sosok ulama yang dekat dengan masyarakat, dicintai dan mencintai umat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Teungku Abu Ibrahim Woyla memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+