LADUNI.ID - Dalam beberapa tahun belakangan ini kelompok keagamaan literal ketat terus mendesakkan pikiran keagamaan mereka ke ruang publik politik. Mereka mengklaim diri sebagai pemegang pemahaman keagamaan paling benar dan otentik, sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Sunnah. Sedangkan paham yang lain keliru, menyimpang, bid’ah (diterjemahkan sebagai sesat), kafir, musyrik. Banyak orang yang baru belajar agama (Islam) mengikuti paham ini dan dengan penuh percaya diri , mendakwahkannya ke publik.
Aku hanya ingin berbagi cerita saja. Begini :
Usai shalat berjama’ah di sebuah masjid dan berdo’a, lalu bersantai-santai di depan masjid, salah seorang makmum bertanya : Bagaimanakah kita memahami ayat al-Qur’an ini :
مَنْ كَانَ فِى هَذِه الدُّنْيَا أَعْمَى وَهُوَ فِى الْاَخِرَةِ أَعْمَى وَاَضَلُّ سَبِيلاً
Dalam terjemahan literal, harfiah, tekstualistik, disebutkan : “Dan barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat dari jalan”.
Apakah benar orang buta
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+