Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Makna Kritis Lokalisme: Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka

17 Aug 2019 · 1.859 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Keberdayaan lokal, terutama di daerah tertinggal tidak selayaknya dipandang sekedar 'siapa' menguasai 'apa'. Secara lebih gamblang, kebangkitan otonomi daerah sering terjebak oleh pemahaman elit lokal siapa berkuasa atas kekayaan lokal apa. Pemberdayaan masyarakat lokal akar rumput lah yang seharusnya mendapat perhatian lebih, karena ia merupakan hulu sekaligus hilir dari ruh pembangunan nasional. Akses terhadap informasi, pendidikan, ekonomi, dengan dibalut terminologi "keberlanjutan" tampaknya akan mampu menjadi martir pendobrak dari belenggu ketertinggalan. 

Menariknya, banyak program yang digagas dan dimaksudkan untuk pengentasan desa tertinggal mulai massif dilaksanakan dengan dana yang cukup melimpah. Hanya saja, aksesibilitas masyarakat untuk menjangkaunya masih terkesan berjarak. Keterbatasan kemampuan literasi dan ketidakberdayaan di hadapan kekuasaan menjadi masalah mendasar bagi masyarakat desa tertinggal. Dana pembangunan desa sering diartikan sebagai kue lezat yang dibagi-bagi secara proporsional dalam arti pen

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →